Senin, 22 April 2013

Sedikit cinta dari Bogor

Sedikit beberapa rasa muncul. Bukan hanya sekali dua kali, itu hampir terjadi berulang. Seperti bilangan geometri dan aritmetik, seperti gelombang dan getaran, dan juga seperti pegas yang bergerak harmonik sederhana. Kejadian ini berulang tanpa adanya jenuh yang mendatanginya.

Suka. Ya itulah yang gue rasakan setelah pindah ke Bogor. Kota yang hebat dengan berbagai kelembutan lingkungannya. Destinasi yang orang kota tuju setelah melakukan aktivitas rutin dalam kehidupan sehari-hari. Tempat menuangkan emosi dan keluh kesah rasa lelah berpikir.

Cinta. Awalnya tidak ada rasa cinta terhadap kota ini. Hanyalah rasa kagum pada mahakarya sang pencipta. Bersyukur masih sempat dalam hidup ini melihat karya Allah yang luar biasa keren.

Seiring berjalannya waktu. Ya waktu itu berjalan. Gue semakin merasakan hal lain yang unik. Mungkin ada pautan antara gue dengan salah satu unsur dari kota ber-plat nomor F ini. Mulai dipertemukannya sosok makhluk yang tak bisa terucap oleh kata-kata yang sering dibilang penulis handal. Hadirnya menambah beban baru yang ada di pundak sekaligus menambah semangat ketika mulai dalam keadaan jenuh.

Apa adanya. Itulah mungkin yang gue tangkep selama ini. Apa yang gue lakukan dibalas seperti apa yang gue lakukan. Ketika gue lakukan baik, balasan yang didapat lebih baik. Ketika sebaliknya, balasannya tidak akan lebih buruk.

Ragu untuk mengutarakannya. Semakin menjadi-jadi untuk mengalahkannya. Rasanya seperti tak ada benteng yang menghalangi untuk bersaing. Itulah rasa. Rasa adalah suatu kondisi ketika hati tersentuh efek perubahan, baik perubahan benar maupun salah. Salah satu caranya mungkin dengan menjadi pendengar yang baik dahulu. Setelah itu explore.

Rabu, 10 April 2013

Cemburu? Sejujurnya sih bisa dibilang gitu.
Sama siapa? Ga ngerti juga cemburu ini buat siapa, absurd banget yang dicemburuin.
Kok bisa? Entah kenapa bisa seperti ini hati kita dibolak balik oleh sang maha pemilik hati.
Cerita aja sih, slow aja! Kalo bisa sih gue juga pengen cerita. Ada hal yang orang ga perlu tau juga kan.
Ga bakal gue umbar-umbar kok cerita lo, slow aja! Bukan masalah gitu. Ada hal lain yang gue ga bisa omongin.
Lo kenapa sebenernya? Gue pengen ketemu orang. Pengen ketemu banyak orang. Salah satu dari orang itu mau gue ajak ke suatu tempat. Gue pengen bebas, lepas, tapi tetep terkekang.
Jadi mau lo apa sih? Ga ngerti juga.
Galau lo? Udah tua, inget umur! Siapa yang galau? Emang kalo mikir harus galau?
*hening

Tak terungkapkan namun berkesan. Padahal belum terjamah tetapi udah berasa. Rasa apa ini?!
Semangat UTS. Tagih janji setelah UTS! (y)

Harapan, ya itulah harapan

Harapan itu adalah hal yang orang pikir apa yang ada di pikirannya akan menjadi nyata. Banyak orang menjadi tertipu karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Mereka menyangka dengan banyak berharap semua kejadian akan mudah untuk dilalui, baik itu akademis, rezeki, tempat tinggal, sampai yang namanya cinta. Berharap memiliki dampak yang cukup signifikan berpengaruh terhadap mental individu. Sinyal positif dari berharap itu baik, namun sebaliknya sinyal negatifnya tidak baik. Ya, semua tahu itu. Tetapi hanya segelintir orang yang memahaminya secara mendalam. Tahu itu ya hanya sekedar tahu.

Pengetahuan mungkin dapat meyakinkan kita tentang harapan. Mencari dari literatur dan sumber yang 'agak' terpercaya sering kali dilakukan untuk memprediksi apakah harapan yang dimaksud tersebut. Dalam melakukan pencarian, terkadang hal yang tidak diharapkan muncul. Terkadang juga hal itu membuat kita lupa diri bahkan acuh untuk memperhatikannya. Setiap sisi kehidupan sebenarnya dapat ditelaah lebih lanjut. Sudut pandang setiap orang yang berbeda itulah yang membuat perjalanan hidup ini seperti membuat karya seni. Begitu pun dengan harapan, seperti seni. Ia dapat berubah sesuai keadaan. Entropi dapat dihasilkan dari harapan tersebut.

Alur seni yang begitu rumit bagi setiap orang untuk menerjemahkannya ini memberi kesan tersndiri bagi yang menikmatinya. Ya nikmati, seperti seni hidup pun dapat dinikmati bagi setiap umat. Harapan pun demikian. Tanpa harapan bisa jadi orang tersebut tidak menikmati hidup. Tetapi jika terlalu berlebih menyimpan harapan, hidup ini tidak dapat dinikmati.

Hati merupakan bagian tubuh yang bisa dikatakan 'aneh'. Rasa, cita, passion, hobby, canda, geram, maupun cinta dapat terhubung melalui organ dalam ini. Padahal dari pelajaran biologi organ ini tidak berfungsi untuk hal-hal diatas. Organ dalam ini pun dapat membuat harapan dan juga dapat memberi harapan. Jika salah membuat ataupun memberi, efek jangka dekat dapat langsung dirasakan. Rasanya di jarak dekat tetapi waktu yang dibutuhkan sampai jarak jauh.

Janganlah terlalu bergantung pada harapan. Harapan yang berlebih menyebabkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Penyesalan selalu datang disaat imbas dari harapan tersebut terkuak. Rasa yang tidak karuan akan timbul seketika. Emosi memuncak. Hidup pun tak berada dalam jalurnya. Begitupun untuk orang lain.

Rabu, 06 Februari 2013

Problema KRS


Hari ini sih katanya krs udah bisa dibuka. Mulai tanggal 6-9 Februari sesuai jadwalnya. Tapi yang gue liat dari status facebook orang ada yang udah ngerelain bangun pagi biar kebagian jatah kursi di krs. Padahal situs web itu baru bisa dibuka jam 9.00. Mereka langsung ngeluh dan bikin status kayak gitu dan berhasil membuat gue ketawa sendirian di pagi buta. Lucu memang kalo udah waktunya krs. Kita bisa ngeliat emosi orang dari status ataupun tweet yang mereka post di social media mereka. Di jurusan gue sih, yang namanya rebutan kursi udah ga jaman. Itu buat jurusan tertentu aja sih di universitas ini. Jurusan yang gue pikir itu jurusan ngeri jadi ga perlu rebutan kursi hahaha.

Setau gue sih awalnya FKH dan TIN yang ga perlu rebutan buka krs. Tetapi semenjak gue masuk fakultas, departemen gue juga masuk ke golongan itu, yap TMB. Ga tau itu departemen gue bagus atau susah tapi gue rasa gue masuk di tempat yang tepat karena gue bukan tipe orang yang pengen ribet milih ini milih itu. Nemuin dosen PA pun gue males apalagi suruh milih mata kuliah di krs. Departemen TMB yang memiliki kepanjangan Teknik Mesin dan Biosistem kelihatan ngeri ya dari namanya. Padahal sih belajarnya juga biasa aja. Mulai dari nyangkul sampai ngelas ada di departemen gue ini. Bangga sih jadi bagian departemen ini. Bangga karena ga usah terlalu mikirin banyak hafalan.

Departemen gue ini terlalu ngeselin sama yang namanya logika. Di perkuliahan logika kita dimain-mainin sama dosen. Oke gue pikir omongan ini terlalu melebar. Krs itu tenang aja ngisinya. Kalo yang gue baca di tweet BEM KM IPB sih ga perlu khawatir ga kebagian kursi di mata kuliah mayor, minor, dan interdept. Pasalnya disana nama kita udah ada dan kita udah dapet kursi dimanapun yang kita mau. Berbeda dengan SC yang mengharuskan kita untuk segera mengambil mata kuliah itu secepat mungkin. Karena di mata kuliah SC kita bisa ngambil mata kuliah dari departemen lain sehingga kita bisa sekelas sama departemen lain, mungkin juga bisa berjodoh dari departemen lain #loh. Jadi waktu ngisi krs kita dianjurkan ngisi yang SC dulu supaya kita kebagian kursi di departemen yang kita mau itu. Kalo di departemen gue sih sksnya udah penuh jadi ga perlu ngambil SC. Padahal gue pengen masuk ke departemen lain supaya kenalan jadi makin banyak :D.

Intinya sih gue mau bilang kalo TMB TIN FKH itu enak krsannya. Jadi kalian para maba yang masih galau milih jurusan di IPB, silahkan memilih ketiga departemen itu kalo mau nyantai krsannya. Tapi kalo ga mau juga ga apa-apa sih, ga maksa juga. Selamat mengisi krs kalian teman-teman IPB angkatan 48, 47, dan 46, serta 45 yang masih ada kuliah :D

Rezeki siapa

Selasa, 18 Des 2012 Ga tau deh kenapa semua seperti ini. Yang gw tau jelas itu adalah keadaan yang semakin riweh (read:ribet). Perebutan sumberdaya, baik manusia maupun perangkat lainnya, semakin terlihat perubahannya. Mereka seperti ingin mengembangkan potensi itu tetapi juga seakan-akan ingin menurunkan kapasitas yang kapabilitas yang ada. Egois. Mungkin satu kata itu yang dapat mewakili ungkapan hati yang merasa melihat keadaan yang seperti itu.

Mereka saling mengejek, beradu argumen, hingga meluapkan emosi yang ada di diri mereka. Tidak masalah menurutku bila seperti itu adanya. Wajar. Itulah saatnya gw mengetahui serunya dibalik bergumul dengan mereka. Perkembangan otak kanan gw seketika itu meningkat. Tingkat kritis pun memuncak. Ambisi menjatuhkan terus membara.

Seharusnya itu cuma terjadi di lapangan. Profesionalisme harusnya tertanam sejak awal. Ya, itu memang benar terjadi adanya. Mereka cukup profesional untuk menyelesaikan masalah. Berbeda dengan teman-teman seperjuangan ospek. Lingkungan ini menarik dan membuat gw tertantang untuk lebih membuka otak kanan yang selama ini tertutup awan hitam, gelap, pekat. Saat itu doa pun terucap dalam hati gw supaya ide dan kreativitas tetap terus ada untuk bersaing mengejar dan menggarap proyek apapun selagi muda.

Pengetahuan tentang sumberdaya perlu gw tingkatkan (read:bergaul). Tata cara mengamati seseorang individu harus diubah secepat mungkin. Pencarian ide melalui sumberdaya juga bisa dilakukan. Memperbaiki visi salah satu caranya. Semoga keesokan harinya menjadi lebih baik dan visi hidup ini terus meluas, berkembang tanpa batas hingga langit lepas.

Rabu, 19 Des 2012 Hari terakhir nih buat mencari bibit sumberdaya yang bagus untuk organisasi ini ke depannya. Dimulai dari perdebatan seperti biasanya. Itu mungkin hal yang biasa menurut mereka. Mencari identitas masing-masing individu dan menyaring manusia berkompeten untuk bersaing dalam kebutuhan fakultas. Seperti biasa, menjatuhkan, menjunjung, dan mematahkan, itu yang terus dilakukan. Bukan berarti tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya. Itu yang mempertimbangkan efisiensi waktu dan tenaga.

Hingga akhirnya ada orang yang tiba-tiba datang. Siapakah orang tersebut? Darimanakah dia? Ada urusan apa dia kesini? Lontaran pertanyaan gw luapkan dalam pikiran dan berusaha supaya orang lain tidak mengetahui pertanyaan yang gw lontarkan barusan. Ternyata setelah melakukan analisis yang cukup rumit karena memang sebelumnya tidak diberi tahu. Kesimpulan yang gw dapat adalah dia seorang ketua. Sempet agak keselek juga kenapa orang itu menjadi ketuanya. Ingin rasanya bertanya kenapa harus dia. Bukan jalannya mungkin, itulah yang gw coba tumbuhkan dalam pikiran yang penuh dengan muatan negatif. Terus mengisi otak dengan hal positif dan sampai akhirnya dengan pasrah menerima kenapa harus seperti itu.

Kembali pada masalah orang di hari pertama, banyak pertimbangan yang menyebabkan orang hari pertama itu dirasa kurang pas dengan organisasi ini. Ada ini lah itu lah. Semua memiliki alasan yang konkrit untuk dibuktikan. Akal sehat pun menerima itu. Keputusan finalnya dia diterima dan lolos untuk menjalani kehidupan disini. Dalam hati sih sempet kesel juga kenapa dimasukan. Itulah rezeki masing-masing orang. Jadi pada dasarnya rezeki sudah diatur hingga detail mungkin. Sudah terbukti bahwa yang menerima itu memang pantas untuk menerimanya.

Rabu, 05 Desember 2012

Perjuangan Absurd

Ini cerita ga gw sengaja buat. Niatnya cuma sekedar sharing perjuangan yang (agak) lucu. Tokoh utamanya yaitu gw dan teman-teman mm. Kenapa mereka? Karena mereka luar biasa membuat inspirasi di pikiran gw. Baru sedikit mungkin tulisan yang gw publish tentang mereka. Bahkan belum ada mungkin. Tetapi kalaupun ga bisa gw torehkan ke dalam tinta digital, mereka gw ingat selalu dalam tinta saraf otak gw. Cerita yang baru-baru aja dulu ya. Awalnya gw diajak ke suatu tempat sama mbak prajjana dan gestipr. Layaknya menginterogasi penjahat, mereka menodong gw ke tampo. Ya itu tempat biasa kita kumpul-kumpul walaupun sebentar. Intinya sih mereka pengen gw balik lagi ke mereka karena udah lama banget kita ga melakukan proyek bersama. Hari demi hari kita lewati dan pada akhirnya kita membicarakan suatu proyek (cukup) besar, yaitu membuat film dokumenter lagi. Hari terus berganti. Ide bermunculan dan siap untuk digarap. Berbagai pose dan naskah sudah siap beraksi. Saatnya kita mulai membuatnya. Dengan muka sayu, berhubung mengerjakannya malam, kita terus semangat tanpa henti. Imajinasi mendapat predikat pemenang dan menjadi juara 1 terus kita bicarakan. Semangat menggebu terus hadir dalam jiwa mm. Pada akhirnya mengirimkan dvd film ke Sewon, Bantul, Jogjakarta. Saat itu hujan menyirami daerah Dramaga. Waktu menunjukkan pukul 17.00 dan tiki depan Al-Amin menjadi saksi bahwa mobil tiki menuju Jogja sudah berangkat. Stuck dan lemas kita mendengar kata itu. Pencerahan diberikan mbak-mbak tikinya. Dia bilang kalau tiki pusat yang berlokasi dekat pasar anyar masih buka sampai pukul 18.00. Galau, itulah hal yang ga mungkin kita lakukan. Secepat kita kita sambar hujan dan melewati kemmacetan daerah laladon yang menyebabkan emosi gw meluap-luap. Elak-elok mengendalikan motor membuat kecelakaan sedikit. Kaca spion retak. Emosi yang sudah panas ga bisa memendung kekesalan spion retak. Dan akhirnya kita pun tiba, mengobrak-abrik sistem yang ada. Tugas mengirim paket selesai sudah dan tinggal menunggu kabar pengumuman.

Rabu, 29 Agustus 2012

Pertanian, Sektor yang Berpengaruh

”IPB
Apa yang ada di benak masyarakat secara umum tentang pertanian mungkin selalu identik dengan kegiatan bercocok tanam ataupun memuliakan tanaman sekitar. Tak sedikit masyarakat yang masih menghubungkan pertanian dengan hal tersebut. Bahkan masyarakat intelektualpun masih ada yang berpikir seperti itu. Padahal dalam lingkup luas, hasil pertanian tidak hanya seperti itu. Itu hanya istilah yang digunakan untuk mempermudah penggolongan hasil bumi. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi hasil pertanian yang mumpuni. Peternakan, kehutanan, sampai kelautan itu termasuk kategori hasil pertanian. Apabila potensi itu dikembangkan, tak khayal negara ini akan menjadi produsen utama hasil pertanian asia bahkan dunia.

Indonesia termasuk suatu negara yang beruntung berada dalam lokasi yang strategis dalam pertanian tropika. Dalam jalur perdagangan dunia, Indonesia merupakan jembatan yang menghubungkan bagian dunia bagian utara dengan bagian dunia bagian selatan. Banyak pula hasil bumi yang belum diketahui masyarakat, seperti dari sektor pertanian tropika. Hasil bumi ini dapat dihasilkan melimpah ruah jika masyarakat sekitar dapat memanfaatkan secara maksimal. Tetapi saat ini masih banyak yang kurang peduli dengan potensi sektor pertanian di Indonesia. Banyak masyarakat yang kurang paham sehingga perekonomian Indonesia masih belum dikembangkan dari sektor pertanian tropika. Apabila kita lebih memanfaatkan pertanian dalam kehidupan sehari-hari, mungkin saja perekonomian kehidupan kita lebih meningkat walaupun sedikit demi sedikit. Seperti pepatah yang menjelaskan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Itu keadaan yang saat ini menggambarkan secara kasar tentang kondisi pertanian Indonesia.

Saat ini lebih banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih mengembangkan politik dan hal lain yang kurang berpengaruh dalam perekonomian negara. Potensi pertanian tropika sangat jarang yang mengembangkannya. Hanya segelintir orang yang memiliki niat untuk berkecimpung dalam bidang pertanian. Padahal tidak selalu bidang politik yang menyokong perekonomian bangsa tetapi ada sektor lain yang berperan. Sebaiknya apabila ingin memperbaiki perekonomian negara, kita harus pintar dalam memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Tidak perlu berpikir jauh untuk mengubah negara ini. Hanya sikap dari masing-masing individu untuk mengubah hal besar.

Kebijakan pemerintah yang saat ini bertujuan untuk mendukung perkembangan sektor pertanian sudah mulai bergema di masyarakat. Seperti contohnya menggunakan bahan alam untuk dimanfaatkan dalam alat transportasi maupun industri. Penelitian yang gencar juga sedang dilaksanakan untuk memanfaatkan sumber daya dari lingkungan sekitar. Beras analog yang baru ditemukan merupakan alternatif solusi dari diversifikasi pangan. Menurut saya, saat ini tidak perlu menyalahkan siapapun tentang produk pertanian yang kurang dimanfaatkan. Saat ini adalah waktunya untuk membuat inovasi yang sederhana namun bermanfaat. Walaupun hanya hal kecil, itu dapat menjadi besar di kemudian hari. Apabila inovasi yang sederhana itu dikumpulkan menjadi satu, besar kemungkinan Indonesia menjadi negara agrikuasa mengalahkan Amerika yang dijuluki negara adikuasa.