Sedikit beberapa rasa muncul. Bukan hanya sekali dua kali, itu hampir terjadi berulang. Seperti bilangan geometri dan aritmetik, seperti gelombang dan getaran, dan juga seperti pegas yang bergerak harmonik sederhana. Kejadian ini berulang tanpa adanya jenuh yang mendatanginya.
Suka. Ya itulah yang gue rasakan setelah pindah ke Bogor. Kota yang hebat dengan berbagai kelembutan lingkungannya. Destinasi yang orang kota tuju setelah melakukan aktivitas rutin dalam kehidupan sehari-hari. Tempat menuangkan emosi dan keluh kesah rasa lelah berpikir.
Cinta. Awalnya tidak ada rasa cinta terhadap kota ini. Hanyalah rasa kagum pada mahakarya sang pencipta. Bersyukur masih sempat dalam hidup ini melihat karya Allah yang luar biasa keren.
Seiring berjalannya waktu. Ya waktu itu berjalan. Gue semakin merasakan hal lain yang unik. Mungkin ada pautan antara gue dengan salah satu unsur dari kota ber-plat nomor F ini. Mulai dipertemukannya sosok makhluk yang tak bisa terucap oleh kata-kata yang sering dibilang penulis handal. Hadirnya menambah beban baru yang ada di pundak sekaligus menambah semangat ketika mulai dalam keadaan jenuh.
Apa adanya. Itulah mungkin yang gue tangkep selama ini. Apa yang gue lakukan dibalas seperti apa yang gue lakukan. Ketika gue lakukan baik, balasan yang didapat lebih baik. Ketika sebaliknya, balasannya tidak akan lebih buruk.
Ragu untuk mengutarakannya. Semakin menjadi-jadi untuk mengalahkannya. Rasanya seperti tak ada benteng yang menghalangi untuk bersaing. Itulah rasa. Rasa adalah suatu kondisi ketika hati tersentuh efek perubahan, baik perubahan benar maupun salah. Salah satu caranya mungkin dengan menjadi pendengar yang baik dahulu. Setelah itu explore.
